Laila Farhat : Layanan Bank Jambi Mulai Pulih, Nasabah Kembali lakukan aktivitas setor dan tarik seperti biasa.

oleh -52 Dilihat

JAMBI – Upaya perbaikan sistem digital yang dilakukan Bank Jambi secara bertahap kini mulai membuahkan hasil. momentum sepekan setelah Idulfitri 1447 Hijriah, aktivitas pelayanan di sejumlah kantor cabang terlihat semakin stabil. Antrean di bagian teller maupun customer service pun berangsur normal, Rabu (30/03/2026).

 

Perkembangan ini menjadi cerminan keseriusan Bank Jambi dalam menjaga standar pelayanan kepada nasabah. Di tengah proses pemulihan dari gangguan sistem sebelumnya, pihak bank terus berupaya memastikan seluruh transaksi keuangan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

 

Pengamat ekonomi dan perbankan, Laila Farhat, S.E., M.M., menegaskan bahwa penilaian terhadap kondisi bank harus mengacu pada indikator prudensial yang terukur, bukan berdasarkan persepsi jangka pendek akibat disrupsi layanan.

 

Gangguan sistem tidak dapat serta-merta diklasifikasikan sebagai krisis kepercayaan, apalagi insolvency. Dalam kerangka manajemen risiko perbankan, ini masuk kategori operational risk, bukan solvency risk,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan bahwa tingkat kesehatan bank secara umum diukur melalui rasio-rasio utama seperti Capital Adequacy Ratio (CAR) sebagai indikator permodalan, Non-Performing Loan (NPL) sebagai proksi kualitas aset, serta Return on Assets (ROA) yang mencerminkan kinerja profitabilitas.

 

Selama rasio-rasio tersebut berada dalam threshold yang ditetapkan regulator, maka bank masih berada dalam kondisi sound dan solvent.

 

 

Disisi lain, Meski kondisi layanan mulai membaik, nasabah tetap diingatkan agar lebih teliti sebelum datang ke kantor cabang. Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah masa berlaku kartu ATM, guna menghindari antrean yang sebenarnya bisa dihindari sejak awal.

 

Keterangan salah satu nasabah menjadi gambaran situasi tersebut. Ia mengaku tidak lagi mengantre cukup lama di layanan customer service. Namun, setelah diperiksa, kartu ATM miliknya ternyata sudah tidak berlaku dan harus segera di ganti.

 

“Saya pikir masih bisa digunakan karena selama ini tidak ada masalah saat dipakai transaksi,” tuturnya.

 

Menanggapi hal itu, petugas customer service menjelaskan bahwa sebagian kartu ATM memang telah dinonaktifkan pascainsiden sebelumnya. Oleh karena itu, nasabah diharuskan melakukan penggantian kartu dengan yang baru. Namun, hingga saat ini, ketersediaan kartu pengganti masih dalam tahap pengadaan.

 

“ kartu baru sudah tersedia namun masih dengan stok yang terbatas Untuk sementara, memang ada beberapa nasabah diminta meninggalkan nomor kontak agar bisa dihubungi ketika kartu sudah siap,” jelas petugas.

 

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi para nasabah agar lebih memperhatikan status kartu ATM sebelum mengakses layanan langsung di bank. Dengan demikian, waktu dan tenaga dapat digunakan lebih efisien. Di sisi lain, Bank Jambi diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan seiring dengan proses pemulihan sistem yang masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.