BPJS Kesehatan Jambi Bantah Tentang Isu JKN Dihapuskan, Berikut Keterangannya

oleh -111 Dilihat

JAMBI – BPJS Kesehatan Jambi Gelar Media Gathering, Selasa 27 Oktober 2026. Dalam media gathering tersebut Pihak BPJS menjelaskan tentang Isu JKN dihapus BPJS Kesehatan, yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

hal tersebut dibantah oleh Kepala Humas BPJS Kesehatan Rizzky Anugerah, ia menegaskan bahwa informasi yang mengatakan layanan BPJS Kesehatan akan dihapus dan digantikan klinik kesehatan Koperasi Desa Merah Puti tersebut tidak benar (hoax).

BPJS Kesehatan Tegaskan JKN Tidak Dihapus Rizzky meminta masyarakat tidak langsung mempercayai informasi yang beredar tanpa memastikan kebenarannya melalui saluran resmi BPJS Kesehatan.

“Dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata Rizzky.

BPJS Kesehatan menyediakan layanan WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, aplikasi Mobile JKN, serta Care Center 165 untuk membantu peserta memperoleh informasi. Dengan demikian, masyarakat perlu membedakan kabar mengenai perubahan status kepesertaan atau ketentuan layanan dari klaim bahwa seluruh program JKN akan dihapus.

Sementara itu, Asisten Deputi Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan, Jenal M. Sambas, memaparkan bahwa berdasarkan data per 1 Oktober 2026, jumlah penduduk Jambi mencapai 3.944.226 jiwa.

Dari jumlah tersebut, bilang Sambas sebanyak 3.758.134 jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN, dengan cakupan kepesertaan mencapai 95,28 persen. Namun, jumlah peserta aktif tercatat 2.873.433 jiwa atau sekitar 72,85 persen dari total penduduk.

“Karena itu, menjaga peserta tetap aktif menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh perlindungan jaminan kesehatan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Seanjutnya, data di tingkat kabupaten/kota menunjukkan capaian kepesertaan JKN di Jambi belum merata.

Salah satunya seperti Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang mencatat cakupan tertinggi sebesar 98,80 persen, disusul Kota Jambi 98,17 persen dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat 98,14 persen.

Selain itu, ada juga Kabupaten Tebo yang mencatat cakupan terendah sebesar 83,42 persen, diikuti Kerinci 89,82 persen dan Merangin 90,57 persen.

Ia menyebutkan dari sisi keaktifan, Sarolangun mencatat angka tertinggi sebesar 83,31 persen, disusul Kota Jambi 82,81 persen dan Tanjung Jabung Barat 82,24 persen.

Sedangkan Kabupaten Tebo mencatat tingkat keaktifan terendah sebesar 57,35 persen.

Menurut dia, data itu menunjukkan perluasan kepesertaan masih menjadi perhatian, terutama di Kabupaten Tebo, Kerinci, dan Merangin yang masing-masing memiliki cakupan sebesar 83,42 persen, 89,82 persen, dan 90,57 persen.

“Peningkatan cakupan dan keaktifan peserta JKN diharapkan dapat memperluas perlindungan kesehatan masyarakat serta mendukung akses pelayanan kesehatan bagi penduduk di seluruh wilayah Provinsi Jambi,” katanya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.